Tuesday, June 7, 2016

Fakta Tentang Pengamen

Mungkin semua orang pernah didatangi pengamen. setiap orang punya tanggapan berbeda-beda tentang kehadiran pengamen. ada yang sinis, ada yang cuek, ada yang rada bingung, ada yang respek, pokoknya beragam sikap dilakukan bila pengamen tiba - tiba datang menawarkan lagu. setelah pengamen selesai menyanyikan lagu lalu pergi, pasti selalu timbul pertanyaan di pikiran, tuh pengamen kerjaannya selain ngamen apa ya? tuh pengamen kok mau ya jadi pengamen? tuh pengamen dapet berapa ya dalam sehari? begitulah pertanyaan yang selalu muncul dalam benak seseorang bila melihat pengamen.


Pengamen yang bermartabat
      

Berdasarkan tehnisnya, pengamen terbagi atas 3 tingkatan


1. Pengamen yang modal tepuk tangan atau tutup botol sering di pinggir jalan raya
2. Pengamen pakai gitar atau ampli kecil mengembara dari tempat satu ke tempat lainnya
3. Pengamen yang sudah memakai alat musik lengkap seperti gitar,bass,ketipung, biola.


Berdasarkan pendapatan, pengamen dibagi atas 3 tingkatan 



1. Pengamen jalan raya
2. Pengamen keliling
3. Pengamen restoran besar 

Mengapa ada pengamen? bila ditanya seperti ini, masing - masing anda pasti punya jawaban dan jawabannya pasti berbeda satu sama lain. atau barangkali saya (penulis) punya jawaban yang sama dengan pembaca sekalian. baiklah, dibawah ini akan saya rangkum semuanya.

Faktor penyebab seorang jadi pengamen


1) Orang tersebut susah diterima bekerja, ngasih lamaran kemana-mana tetap aja ditolak, mungkin karena tidak lolos interview atau barangkali belum ada lowongan di perusahaan yang dituju.

2) Orang tersebut tidak memilih bekerja pada orang lain karena tidak suka diatur dan menganggap pendapatan dari hasil mengamen lebih besar dan bebas tanpa ada yang mengatur.

3) Orang tersebut hanya iseng ingin menyalurkan hobi nyanyi atau bermain musik.

4) Orang tersebut sudah tidak punya pilihan lain selain mengamen, mungkin bisa saja karena faktor usia, buktinya banyak juga pengamen yang berumur 40 keatas

5) Orang tersebut merasakan bahwa gaji yang diterima ditempat ia bekerja kurang memenuhi kebutuhan keluarga, sehingga ia memilih jadi pengamen.

6) Orang tersebut sedang duduk di bangku kuliah, untuk membayar uang kuliah dia memilih mengamen karena mungkin ortu dikampung sudah tidak mampu.


Namun apapun alasan diatas, menurut saya sah - sah saja, selama orang itu memang sudah benar -benar tidak tau harus berbuat apa dan memang dikategorikan orang tidak mampu. bila ada pengamen yang ternyata dia latar belakangnya orang berada, ini baru namanya hal yang tidak wajar. dulunya, beberapa artis indonesia ternyata ada yang berawal dari seorang pengamen, dan memang kenyataannya hidup mereka dulunya sangat susah. berbekal kemampuan dan kesabaran yang tinggi, jadilah mereka seperti sekarang ini.

  Apakah pengamen dikategorikan sebagai pengemis?


Menurut saya, tidak semua pengamen dikategorikan sebagai peminta- minta, karena pada kenyataannya banyak pengamen yang memang sungguh-sungguh menunjukkan musikalitas yang mumpuni untuk menghibur para pendengarnya bahkan alat musik yang digunakan juga layak dan tidak pernah memaksa untuk meminta uang. mereka cuek aja, ada yang ngasih syukur...ada yang gak ngasih ya sabarrr.

Mereka ini bukan pengamen peminta-minta. mereka ini musisi yang jadi pengamen. biasanya mereka da di bus besar ada yang menetap disuatu restoran besar. bahkan kmaren saya lihat di daerah Bekasi tepatnya dilampu merah tol timur, mereka menggunakan alat musik trasdisional, berkostum, dan membawakan lagu-lagu yang enak didengar.

Dibeberapa restoran elit di jakarta, ada group musik yang setiap hari menghibur disana, terkadang sampai bingung menyebut mereka itu home band atau pengamen. karena pada kenyataannya, dibalik menampilan nyentrik dan alat musik yang memadai, ternyata mereka tidak mendapatkan bayaran sepeserpun dari pihak management restoran, bahkan ada beberapa restoran yang juga tidak memberi makan dan minum secara cuma -cuma kepada group musik yang udah menghibur di resto itu.

(Baca Juga : Menentukan Orang Yang Tepat Dalam Mengorbitkan Band atau Solo)

Dan yang paling mirisnya, setelah diselidiki, ternyata para group musik ini menyediakan sendiri peralatan seperti ampli, sound system, gitar, bass, drum, perkusi, biola, mikropon dan lainnya. Mereka hanya mengharapkan pemberian dari tamu yang hadir untuk makan dan minum disana.

Ya begitulah kenyataan hidup. apapun bisa terjadi. pemilik restoran seperti cuek terhadap mereka. karena tidak memberikan apapun sebagai timbal balik kepada pemusik yang mengisi disana. ini dikarenakan memang pada awalnya tidak ada kesepakatan antara pemilik restoran dan pemusik. bisa jadi pemilik restoran memang tidak punya planning untu kmengadakan live musik, sedangkan si group musik tersebut memaksa secara halus, "walaupun tidak dibayar ya gpp deh, .yang penting bisa maen disini, dan mengharapkan pemberian dari temu yang hadir".

Tapi ya walaupun begitu ya apa tega tidak memberi minimal trasnport atau makan/minum. hal ini masih ada terjadi dibeberapa restoran elit di jakarta. tapi sebenarnya ga ada yang perlu disalahkan , karena terkadang juga group yang tidak dibayar samasekali malah mendapat sumbangan uang yang banyak dari tamu yang hadir, tapi ada juga group yang sulit untuk mendapatkan duit yang notanbene cukup, soalnya bila dibagi 5 personel, ternyata hasil yang didapat cuma 200ribu. masih tergolong kurang mencukupi.

Opini tentang pengamen


Untuk bisa mengimbangi biaya hidup dan pendapatan. maka tak jarang kita lihat, ada group yang berjuang dari siang hingga malam.baju sampai keringetan belum diganti. muka udah lelah. disini saya simpulkan bahwa ternyata tidak ada pekerjaan yang enak, mereka walaupun sudah group yang bukan dikatergorikan pengamen, mereka tetap saja menyebut dirinya pengamen.

Karena memang mereka tidak pernah mendapatkan bayaran apapun dari pemilik restoran. walau pengamen sekalipun. mereka tetap saja mengeluarkan keringat banyak untuk menghibur. tapi ya tergantung pengamennya juga sih. ya kalau memang berkualitas, ya kita pun gak sungkan untuk memberi duit yang bukan dua ribuan.

Bila ada orang yang mengganggap sebagian pengamen adalah kumpulan orang-orang malas, saya kurang setuju. karena tidak semua pengamen yang seperti itu. disini yang dituntut adalah kejelian kita untuk bisa memahami apa yang ada dilingkungan kita. selama tidak mengganggu, dan merugikan orang ya saya anggap sah -sah saja. sampai mereka benar - benar menemukan langkah yang memang menjadi tujuan hidup mereka. Mungkin diantara kita belum mengetahui banyak artis penyanyi populer yang dulunya pernah merasakan aktifitas ngamen.

Jangan sesekali kita cuekin mereka ketika menyodorkan hiburan lagu. jawablah tawaran mereka pertanda anda menganggap mereka manusia yang sama dengan anda. bila pengamen itu menunjukkan sikap kurang sopan. tegurlah, bila semakin merajalela . laporkanlah ke pihak yang berwenang.

Seperti yang kita perhatikan bahwa pengamen tidaklah sedekil yang kita bayangkan, walaupun hingga sekarang ini masih ada beberapa yang begitu, tetapi anggapan negatif itu sudah dipatahkan oleh banyak pengamen yang menjadi berita viral seperti pengamen cantik, pengamen ganteng, pengamen bersuara merdu dan lain sebagainya.

Tidak sedikit diantara mereka yang memang benar-benar memanfaatkan hasil suara mereka kepada hal yang positif dan bukan untuk hal yang negatif seperti judi, mabuk, bahkan hingga narkoba. Artikel tentang pengamen ini saya sajikan demi menambah referensi positif terhadap musisi jalanan. 

Sedang Belajar marketing internet, hobi jualan, menyukai tehnologi. Pokoknya sing penting halal deh, daripada nganggur.

Artikel Terkait

Setiap komentar yang masuk akan di publish beberapa saat kemudian. Komentar yang menyertakan Link aktif, hoax, pornografi dan kriminal akan kami hapus.