Sunday, June 12, 2016

Jika Ingin Merantau, Persiapkan Diri Untuk Melakukan Ini

Setiap orang berhak menentukan pilihan hidup. pilihan hidup itu bisa berupa keputusan yang akan dilakukan untuk mengubah kehidupannya sendiri. setiap orang ingin memiliki kehidupan yang tanpa kekurangan sesuatu apapun. salah satu keputusan yang paling lazim dilakukan oleh orang adalah dengan merantau. meninggalkan kampung halaman untuk mengadu nasib di tempat yang jauh dan berharap kelak bisa berhasil.


Pada umumnya berhasil diartikan bila siperantau sudah punya uang banyak, punya mobil dan punya rumah di tanah perantauan, biasanya seperti itu. kalau seoarang perantau pulang hanya membawa tas kecil, atau mungkin hanya membawa sepedamotor butut, maka pasti ada saja tetangga yang berbisik dengan temannya, sehinggga membuat perasaan tidak enak.

Tapi itu seharusnya tidak perlu terlalu dipikirkan oleh seorang perantau. walaupun kita tidak terlalu mempedulikan apa kata orang, tapi itu akan selalu terlintas dalam pikiran kita.

Saya menulis postingan ini sudah tentu karena saya juga seorang perantau. saya saat ini berada di daerah JABODETABEK. daerah yang terkenal dengan aktifitas dan kesibukan yang luar biasa. jalanan hampir tidak pernah sepi 2 jam, kecuali lebaran. karena 70% penduduk adalah muslim, dan banyak diantaranya yang berangkat mudik.

Hidup merantau memang seperti sudah menjadi suatu keharusan bagi para pemuda dan pemudi. semakin jauh perantauan, maka semakin jauh pula rasa rindu pada mama, selalu ingat sama mama dan papa bila menderita sakit diperantauan.

Dan bila ada orang yang selalu merendahkan kita diperantauan, juga pasti ingat mama papa, karena biasanya karena mereka yang selalu kasih dorongan dan tempat berlindung kita bila ada yang merendahkan atau mencemooh kita. selain itu, akan selalu kangen sama adik/abang/kakak bila kita merasa sepi karena bila diperantauan, hampir 80% waktu hanya untuk cari uang dan selebihnya istirahat.

Kalau ada duit yang berlibur, ya minimal ke mall, lihat -lihat barang, namun bukan untuk membeli. atau nongkrong di CFC, cuma minum coca cola doang yang penting bisa duduk dan ngobrol ber jam-jam disana bareng teman.

Ya begitulah siklus hidup sebagian besar perantau. sama seperti saya ini. namun bagi perantau yang sudah tingkatan manager, pasti lah sudah tidak melakukan kebiasaan yang saya sebutkan tadi. "lah wong duit nya buanyakk"..namun bila masih tingakatan karyawan, yang perlu dilakukan adalah menabung dan menabung. terkadang saya bingung, apa yang mau ditabung, lah gaji saya aja bila dibandingkan dengan pengeluaran adalah sejajar alias sama, alias impas.

Cuman satu senjatanya yaitu bersyukur. jangan selalu lihat keatas, lihat kebawah, masih banyak yang lebih sadis hidupnya dibanding saya.dan mereka harus dibantu semampu apa yang ingin diberi. yang penting iklhas tanpa paksaan.



Setelah lama merantau sudah pasti pengalaman akan semakin banyak. dan pola pikir seseorang akan terbentuk sesuai karakter dirinya sendiri. bila seseorang memang benar - benar memenfaatkan ajang merantau sebagai pembekalan karakter yang baik, maka dia akan benar-benar mempelajari, menelaah, mengerti, meresapi, mengamalkan, melaksanakan  apapun yang sudah dipelajari secara tidak langsung diperantauan untuk bisa melakukan yang lebih baik di kesempatan berikutnya.

Kita tahu bahwa selama masih hidup, manusia itu akan selalu ada kesempatan. kesempatan itu tidak mengenal batas usia, ya sudah tentu setiap manusia menginginkan kesempatan yang baik dalam hal apapun. 


Namun tak jarang orang diperantauan yang malah menjadi tidak berdaya, karena terpukul oleh keadaan yang akhirnya stress, mengeluhkan keadaan. sudah melakukan ini dan itu, tapi tetap saja masih belum bisa eksis diperantauan. duit dikantung tinggal receh, ATM kosong melompong, tagihan ini itu siap menghadang. lah..bagaimana tidak pusing kepala berbie.

Sebenarnya ketika terjadi hal seperti itu, pasti akan timbul penyesalan. ya betul..penyesalan yang bermacam -macam bentuknya. kadang nyesal kenapa dulu tidak menyelesaikan kuliah, kalau kuliah selesai mungkin pekerjaan nya tidak seperti ini. disisi lain menyesal mengapa dulu tidak merantau ke tempat lain aja, jangan kesini. ada lagi penyesalan, mengapa dulu buru - buru kredit motor, akhirnya jadi punya beban bulanan untuk bayar cicilan. pokok nya banyak deh bentuk penyesalan itu. padahal kita semua tahu, bahwa penyesalan gak akan bisa menyelesaikan masalah. 

Sebagai perantau, saya mau kasih tips buat teman -teman yang belum pernah merantau dan akan segera merantau ke negeri orang. akan saya jelaskan beberapa hal yang harus dan tidak kita lakukan bila masih berstatus perantau. karena menurut saya, merantau itu ibarat kita masuk memasuki jenjang pendidikan sekolah dasar.

Diperantauan kita belajar dan melakukan mulai dari nol tentang kemandirian hidup, pokoknya akan berubah 180 derajat deh perasaan bila masih 1 - 6 bulan merantau. bila sudah satu tahun atau lebih, mungkin sudah terbiasa dengan hidup mengurus diri sendiri. apa -apa sendiri, kayak lagu dangdut aja.

Beberapa hal yang sangat penting harus dilakukan sebelum merantau dan setelah beberapa bulan berada diperantauan


1) Sebelum merantau, mintalah surat pindah/pengantar dari RT/RW atau kelurahan anda

Ini kelihatanya sepele, tapi anda harus tahu bahwa sekarang ini sudah sulit mengurus KTP di luar domisili tanpa adanya surat pernyataan pindah domisili. ini hanya bisa didapatkan dari RT/RW di kampung. bila ini tidak segera diurus sebelum merantau, maka yakinlah bahwa anda akan selalu merasa gelisah diperantauan, soalnya akan susah untuk mengurus surat atau data lainnya diperantauan. contohnya ingin mengurus ATM, SIM, dll.maka jangan abaikan hal yang satu ini sebelum berangkat mencari pengalaman ke kota lain.

2) Mengurus semua dokumen yang penting saat sudah diperantauan

Urusalah beberapa dokumen penting yang wajib dimiliki seperti KTP domisili baru, Rekening bank, dll. ini penting untuk anda gunakan nantinya. jangan sampai telat. bayangkan jika seandainya ternyata perusahaan yang ingin menerima kamu mengharuskan punya KTP domisili saat ini. padahal kamu belum sempat mengurus KTP baru. jangan sampai ini terjadi. uruslah segera ke RT/RW?kelurahan setempat dengan menunjukkan surat pengantar yang dibawa dari kampung.

3)Lawan rasa malas dan minder

Kata-kata ini memang terdengar sudah biasa.yang jadi masalah ialah saat sebelum berangkat sudah berjanji pada diri sendiri agar selalu pantang menyerah menghadapi kesusahan nantinya, eh setibanya di negeri orang, semangat itu hanya bertahan beberapa bulan dan setelah itu semakin drop dan akhirnya menyerah. keadaan seperti inilah yang harus diantisipasi agar jangan sampai terjadi, caranya ialah tetap percaya dengan kemampuan diri dan teguh dalam doa.untuk menjadi perantau yang akan mendapatkah hidup yang baik anda harus mempunyai sifat pejuang. tak kenal lelah dan tidak pernah merasa minder kalau dirinya berasal dari kampung.

4) Berorientasi

Cobalah berjalan menggunakan angkutan umum untuk menjelajahi isi kota tempat anda merantau. usahakan duduk didepan, agar bisa menjadikan pak sopir angkot secara tidak langsung sebagai pemandu wisata anda. anggaplah itu sebagai wisata keliling kota. lalu ajaklah beliau(pak sopir) ngobrol dan mulailah dengan pertanyaan seputar kota. ini sangat penting karena untuk bisa eksis disuatu tempat, kita harus tahu terlebih dahulu denah nya. jangan sampai buta lokasi nantinya.

5) Memulai langkah pasti

Pikirkanlah target lamaran anda. kirimlah beberapa lamaran keperusahaan yang berbeda. jangan terlalu yakin, namun tetap berharap dan berdoa. terlalu yakin akan mengikis rasa percaya diri anda bila ternyata gagal diterima. untuk membuat surat lamaran yang baik dan benar serta tahap interview bisa anda tanyakan ke teman yang mungkin sudah lam berada diperantauan satu kota dengan anda. atau bisa bertanya ke orang yang belum anda kenal, sapa lah mereka dan berkenalanlah lalu panding agar mereka mau menceritakan pengalaman seputar dunia kerja dari awal sampai akhir.

6)Penempatan diri ( Bagi yang sudah mendapat pekerjaan disana)

Untuk menjadi seorang perantau yang ingin mendapatkan peningkatan karir, anda harus pintar menempatkan diri. artinya selalu cari orang - orang yang pintar dan baik. berusahalah mencari orang - orang seperti itu dalam pergaualan anda ketika baru saja menempatkan kaki di tanah perantauan. walau hanya sekedar ikut mendengarkan obrolan atau hanya sekedar say hello, atau pura2 menawarkan kopi agar bisa ngobrol. bertemanlah dengan mereka.

Karena disinilah proses kita ibarat membangun pondasi bangunan. karena nanti anda akan membutuhkan mereka. bukan tidak mungkin suatu saat mereka menawarkan pekerjaan yang lebih baik dari yang sebelumnya. inilah yang dinamakan peningkatan karir.

Itulah beberapa point penting yang bisa saya bagikan kepada para pembaca sekalian. mungkin masih ada point yang lain yang kalian ingin share, boleh silahkan isi di kolom komentar diawah ini. jangan sungkan. semakin sering kita berbagi maka semakin dekat rezeki menghampiri kita semua. oke sekian dulu postingan saya, semoga bisa diambil manfaatnya. Salam.

Sedang Belajar marketing internet, hobi jualan, menyukai tehnologi. Pokoknya sing penting halal deh, daripada nganggur.

Artikel Terkait

Setiap komentar yang masuk akan di publish beberapa saat kemudian. Komentar yang menyertakan Link aktif, hoax, pornografi dan kriminal akan kami hapus.