Thursday, February 2, 2017

Ada Keluhan Tersembunyi Dibalik Ketegaran Seorang Pemuda Batak

Saya yakin bahwa hampir semua orang di indonesia mengatakan bahwa orang batak itu tegar, gigih, giat, tak kenal menyerah an berani, terlebih para kaum muda nya. Semua orang bebas berpendapat dan alangkah baiknya jika kita sebagai pemuda batak bisa selalu mempertahankannya. Pada ulasan artikel ini, akan di tuliskan tentang pemuda batak. Boleh dikatakan ini sekalian curhat untuk para pembaca dimanapun anda berada.

Ada Keluhan Tersembunyi Dibalik Ketegaran Seorang Pemuda Batak

Sebenarnya cowok batak itu tidak semuanya memliki kriteria seperti yang dituliskan diatas, Namun jika ditinjau dari jumlah kebanyakan, pastilah memiliki kriteria giat, tegar, pantang menyerah dan berani. Ini semua dilakukan bukan tanpa alasan. Ada latarbelalang dan tujuan di balik itu yang dimana untuk mencapainya ditentukan oleh suatu situasi atau keadaan pahit, dorongan hati, misi lalu berlanjut ke visi.


Tentang kesuksesan hidup


Dengan adanya situasi pahit getir maka akan timbul dorongan dari dalam diri sendiri untuk giat tak kenal lelah dalam mencapai sesuatu, inilah yang dinamakan misi tersebut. Setelah sukses mencapai yang dicita-citakan maka timbul pemikiran untuk bisa membuat sesuatu untuk jangka panjang,seperti menyekolahkan adik sampai perguruan tinggi, membuat lembaga pendidikan atau membuat sesuatu yang berguna untuk kampung halamannya, dan lai sebagainya,  itulah visinya.

Sebenarnya menurut saya, ukuran tertinggi dari kesuksesan itu adalah damai, sejahtera serta bahagia. Bagi saya, kesuksesan tidak diukur dari seberapa banyak harta atau seberapa bagusnya posisi pekerjaan, karena ada orang yang banyak harta dan posisi kerjaan bagus tapi mereka belum menemukan damai, sejahera dan bahagia, itu pasti ada. Apakah orang ini masuk dalam kategori sukses? belum tentu. Namun sebenarnya bila sudah banyak harta dan jabatan oke, sudah pastilah damai sejahera bahagia karena apapun bisa dia peroleh dengan hartanya yang banyak itu. Yang pasti intinya adalah ketiga kata tersebut, jika belum ada tiga elemen itu didalam hatinya, dia belum bisa dikatakan sukses.

Ketidaksuksesan dalam sebuah pencapaian, itulah keluhan pemuda batak seungguhnya. Biasanya Keluhan tersembunyi ini sifatnya spesifik, namun tidak hanya satu problem saja, melainkan ada beberapa. Anda boleh percaya atau tidak, akan tetapi inilah argumen yang saya berikan karena saya juga adalah salah seorang dari pemuda batak tersebut. Dilahirkan di kota Pematang Siantar, tahun 1985 dan merantau selama 7 tahun di kota Jakarta.


Berbagai keluhan dan beban pikiran


Pria batak itu bisa dikatakan selalu terlihat riang seolah tiada beban ketika sedang berkumpul bersama teman ditongkrongan, dirumah maupun di tempat bekerja dan terlihat seakan-akan full power. Namun dibalik semua itu ada keluhan dalam hati yang tipenya beragam seperti belum punya pacar atau calon istri, sementara orangtua sudah sampai memohon agar cepatlah menikah. Coba kita bayangkan kata 'memohon'. Ini sudah tentu jadi beban pikiran karena di satu sisi kita ingin membahagiakan orangtua, disatu sisi lagi, kita belum bisa memenuhi keinginannya, ya seperti tadi, disuruh agar cepatlah menikah.

Memang bagi pria yang ruang lingkup pergaulannya terbilang sempit dikarenakan jam kerja yang padat, bisa dikatakan mencari gadis satu suku itu sangat sulit, apalagi di kota besar. Ditambah lagi di lingkungan kerja tidak ada satupun cewek batak yang masih jomblo, semua sudah pada punya pacar dan ada yang sudah menikah. Ada yang bilang "pergi saja ke gereja tiap minggu, pasti ketemu", wah treatment seperti ini menimbulkan gejolah di hati saya ketika ada yang mengatakan seperti itu. Saya mending tetap jomblo daripada menjadikan gereja tempat untuk cari cewek. Saya tetap kebaktian di gereja, tapi prioritas saya cuman satu dan cuman satu yaitu memuji Tuhan, gak ada prioritas tambahan buat cari cewek. 

Setelah dapat boru batak nauli walau tidak cantik dan akhirnya lepas status jomblo, ada lagi yang menjadi beban, yaitu sinamot atau kalau dibahasa batak "Tuhor Ni Boru". Bukan hanya itu saja, biaya segala keperluan untuk menikah, trasportasi pulang pergi berdua dari perantauan ke kampung. Bagi yang memang tadinya tetap tinggal dikampung mungkin tidak jadi masalah. Namun bagaimana jika rumah ortu si cewek katakanlah ada di palembang, rumah ortu si cowok ada di parapat, dalam adat batak, ortu si pria harus mendatangin ortu si wanita ke palembang, dan itu harus. gak boleh ada istilah ketemu ditengah, cape bukan? tapi inilah adat batak, harus dijunjung tinggi.

Jika kita seorang pemuda batak pengusaha sukses namun belum punya cewek sampai detik ini, akankah kita tidak mengeluh dalam hati kita? Sebaliknya jika kita sudah punya pacar, tapi kerjaan morat-marit, dompet sengsara jarang dikasih makan, akankah kita tidak mengeluh dalam hati? Atau jika kita sudah punya pacar dan kita seorang pengusaha pula, namun selalu diomelin pasangan gara-gara sering ngirim duit untuk biaya sekolah adek dan biaya untuk orang tua, akankah kita tidak mengeluh? takutnya kalau diputusin ntar nyari cewek batak susah lagi. Buat para wanita batak jangan pede dulu ya haha. 

Kalau dipikir-pikir, tidak mudah menjadi pria batak apalagi dia anak yang paling sulung. Karena ketika sudah dewasa, adik-adiknya tidak hanya menjadikannya teladan melainkan tempat meminta tolong tapi tidak ada unsur paksaan. Jika kebetulan abangnya dalam keadaan susah pastilah adiknya akan mengerti. Ada lagi yang bikin deg-degan. jangan sampai anak sulung dilangkahi nikah oleh adiknya, tapi kalaupun terjadi tidak jadi masalah untuk sementara. 


Lika-liku anak sulung atau siakkangan


Didalam adat batak, nama cucu yang diperoleh dari dari anak sulung yang dijadikan orang untuk memanggil oppungnya. Contohnya saya anak sulung dan saya punya anak namanya Takkas, ya orang kalau manggil mama atau papa saya menjadi oppung ni Takkas. Gak boleh nama anak dari adik saya. tapi selama saya belum punya anak, ya harus menggunakan nama anak dari adik saya, contoh oppung ni Turpuk, bila nama anak adik saya Turpuk.

Terkadang karena kita anak paling sulung, ortu selalu memberitahukan ini kepada kita, "unang sanga dilakkai anggim ho da amang'" (Jangan Sampai dilangkahi adikmu kamu anakku) Ini kalau diomongin hanya satu sampai tiga kali, kita anggap sebagai kata-kata ortu sayang kepada anaknya, namun kalau lebih dari tiga kali, seolah-olah kita menganggapnya sebagai ancaman, bila status masih jomblo tingting. Saya sendiri pernah mengalami seperti itu. 

Ketika itu, bila saya melihat cewek dan ingin berkenalan dengannya, dalam hati tersirat "aduuhh jangan sampai aku dilangkahi nikah oleh adikku". nih cewek harus mau diajak kenalan dan bisa kudapatkan hatinya, eehh ternyata gagal lagi haha. cari lagi deh yang lain. seminggu lagi bokap nelepon "boha do nga dapot calon parumaen i amang?" kalo saya jawab belum, saya takut bapak sedih, kalau kubilang sudah, takutnya pertanyaan bapak makin panjang. Boru aha, Tinggal didia, aha karejona, boru aha omakna.. GImana mau jawab, lah orang cewenya belum ketemu. oalahhh pusing, serba salah. 

Dilangkahi nikah maksudnya adalah, adik lebih dulu menikah ketimbang abang atau kakaknya. kalau kakak yang dilangkahin sih tidak jadi masalah, karena mereka kan boru, yang ribet kalau abang nya dilangkahi karena posisi sebagai anak penerus keturunan. kalau boru bukan penerus keturunan. Kelak jika si abangan sudah menikan dan punya anak, maka harus diadakan seperti acara adat lagi untuk mengembalikan panggoaran yang sudah digunakan oppungnya dari anak adiknya yang duluan menikah waktu itu. dan akhirnya sioppung pun menerima panggoaran dari nama anak yang sulung, seperti kehendak adat batak itu sendiri.

Betul sekali jika sobat mengatakan "ngapain dijadikan beban pikiran". Namun kata-kata anda itu jelas salah besar. Jika sesuatu yang ingin diselesaikan tidak dijadikan beban pikiran itu tidak mungkin bisa karena hak seperti itu bukan masalah kecil seperti dipecat dari kerja, kehilangan uang 2 juta, kena jambret, dan lain sebagainya. Kalo mungkin kita mengalami seperti yang barusan saya sebutkan, ya gak usah dijadikan beban pikiran, tapi problem ini lebih dari itu, lebih berat  

Yang namanya manusia memang pastilah punya beban hidup masing-masing. Artikel ini bukan bermaksud untuk mengajak pemuda batak untuk selalu mengeluh, dan tulisan ini bukan hanya curhatan hati anak sulung saja, namun sudah semuanya mengena dalam artikel ini, mau dia sulung, tengah atau bungsu. Ini untuk memberitahukan bahwa sebenarnya anda tidak sendirian, karena dimana-mana hampir semua cowok batak itu punya kesamaan problema hidup, ya seperti yang sudah diceritakan diatas.

Jangan pernah berpikir untuk sengaja melanggar aturan adat, walaupun kalo dipikir-pikir semakin banyak tata cara adat yang sudah dilakukan pada zaman yang sudah modern ini. Dan jangan pernah iri melihat pemuda paa beberapa suku lain, kalau nikah, minimal seperangkat alat sholat sudah bisa nikah dan kalo pesta tidak terlalu banyak biaya. kalo dipikir-;pikir tidak terlalu rumit. Coba kalau batak, biaya pesta sama tuhor ni boru atau mahar itu minimalnya 50 juta.

Mengeluh boleh-boleh saja asalkan jangan sampai berlebihan dan berkepanjangan, karena bila tertanam hasrat kuat untuk sanggup menjalani itu semua, pasti aka sanggup tanpa diduga, karena hidup ini sudah di atur sedemikian rupa oleh yang Maha Kuasa.

Menulis hasil pengalaman sendiri dan pengalaman orang lain, sehingga memberikan pengetahuan yang mungkin bermanfaat untuk orang banyak. Yang pasti, No Hoax . . !!

Artikel Terkait

Setiap komentar yang masuk akan di publish beberapa saat kemudian. Komentar yang menyertakan Link aktif, hoax, pornografi dan kriminal akan kami hapus.