Monday, August 28, 2017

Perbuatan Jahat Orang Jangan Didiamkan

Entah apa yang membuat seorang ayah rela melakukan tindakan penipuan dengan identitas palsu demi menafkahi keluarganya. Padahal semua orang bahkan dirinya sendiri juga tahu bahwa uang hasil menipu itu tidak halal. Dan tentunya seorang ayah tidak akan mau memberi makan anak istri dengan uang haram. Tapi inilah kenyataan yang terjadi didalam kehidupan ini. Perbuatan jahat dihalalkan sementara untuk memenuhi kebutuhan hidup.

stop kejahatan

Setelah ditelusuri, hal yang menyebabkan seorang ayah melakukan tindakan tidak terpuji itu adalah dikarenakan dagangan yang sepi secara drastis. Uang hasil penjualan yang di bawa kerumah sangat sedikit. Berbeda jika dibandingkan dengan hasil minggu lalu yang hampir mencapai 100ribu perharinya. Sekarang hasilnya cuma 20ribu perhari. Apa penyebabnya? Tentu bukan karena bahan makanan yang dijual sudah tidak enak, bukan pula karena harga yang dianggap terlalu mahal.

Seminggu yang lalu, tersiar kabar bahwa seluruh pedagang di depan sekolah tempat si ayah biasa menjajakan dagangannya terancam digusur oleh pemilik sekolah, karena makanan yang dijual oleh para pedagang dianggap berbahaya bagi kesehatan anak-anak. Hal ini bermula ketika ditemukannya bahan pengawet berbahaya pada salah satu jenis makanan yang dijual oleh pedagang.

Yang terjadi adalah semua pedagang tidak diperkenankan lagi untuk berjualan di depan sekolah. Tentunya timbul rasa sedih dan kecewa terhadap keptusan itu. beberapa hari kemudian ada beberapa pedagang yng memberanikan diri untuk menempati lapak dagangannya masing-masing. Pihak sekolsh tampaknya belum melakukan tindakan yang lebih. Disamping itu, penghasilan tiap pedagang turun secara darstis. Hal inilah yang menyebabkan para pedagang mencari usaha yang lain demi memenuhi kebutuhan hidup.

(Baca Juga : Jauhi Orang Seperti Ini Jika Ingin Hidup Anda Sukses)

Namun berbeda dengan apa yang dilakukan oleh seorang ayah yang rela melakukan tindak kejahatan penipuan demi memenuhi kebutuhan anak dan istrinya. Saya yakin mungkin banyak ayah yang lain yang juga memiliki keadaan yang sama dan beberapa diantaranya terjerumus kedalam perbuatan jahat. Memang, perbuatan jahat tetaplah keji, akan tetapi tahukan kita siapa yang paling keji dari antara semua itu? sebelum anda menjawab, ada baiknya membaca lebih dalam isi artikel berikut ini.

Perangilah perbuatan curang


Setelah membaca kasus diatas, tentu kita sudah mengetahui apa penyebab seorang ayah rela melakukan tindakan tidak terpuji demi keluarga yang disayanginya. Penghasilan yang tidak lagi mencukupi kebutuhan karena jumlah pembeli semakin sedikit. Ini dikarenakan salah satu dari puluhan pedangang berbuat curang dengan memakai bahan pengawet berbahaya agar makanan yang dijual bisa bertahan lama. Hanya gara-gara perbuatan satu orang, semua pedagang yang tidak terbukti berbuat curang harus menanggung akibatnya.

Hal ini bisa terjadi karena adanya pembiaran terhadap tindakan itu. Walaupun sesama pedagang, harusnya menegur bukan malah mendiamkan tindakannya itu. Karena imbasnya akan sangat fatal sekali. Yang menanggung perbuatannya bukan hanya orang yang bersangkutan, akan tetapi orang lain juga. Semua pedagang akhirnya menderita sepi pembeli akibat ulah satu orang yang merugikan.

Judul diatas memang terlihat agak unik sedikit ditinjau dari posisi kalimatnya. Saya menyoroti perbuatan jahat yang dilakukan oleh orang yang tadinya tidak jahat, akhirnya kalimat awal pada judul menjadi perbuatan jahat orang. Berbeda jika saya menyoroti perbuatan orang yang memang dari sononya emang penjahat, maka judul seharusnya perbuatan orang jahat.

Dampak lain dari tindakan curang atau kejahatan sejenisnya.


Kelakuan Jahat dengan kelakuan curang sangat tipis bedanya. Persamaannya yaitu sama-sama merugikan orang, sama-sama merugikan diri sendiri. Saya ingin mengajak semua kalangan tidak hanya kaum pedagang, mari sama-sama memerangi tindak kecurangan maupun kejahatan. Karena menurut pengalaman orang, uang hasil dari tindakan tidak terpuji tersebut akan selalu cepat raibnya, alias langsung habis. contohnya saat membeli handphone baru dan mahal, ternyata baru sebulan dipakai rusak, padahal handphone orang lain dengan merk yang sama tidak rusak sama sekali walau sudah dipakai lebih dari 3 bulan. Akhirnya harus keluar duit lagi untuk membenahinya, klaim garansi tidak diterima toko karena ada bekas lecet di HP, padahal hp sama sekali tidak pernah terjatuh. Kita merasa aneh bukan? namun inilah konsekuensi dari hasil perbuatan curang atau jahat.

Hal lain yang mirip seperti itu akan terus anda alami jika masih menghalalkan uang dari cara yang curang. Kita tidak akan mampu membendung problema yang akan menerjang setelah perbuatan tidak terpuji itu dilakukan. Hanya Tuhan yang mampu membendungnya, tentu dengan berdoa minta maaf dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Ayolah, lebih baik kita membenahi diri, rejeki tidak akan lari kemana.

Contoh kejadian diatas merupakan sebuah ilustrasi yang saya kutip dari kejadian nyata. Dan masih banyak hal yang harus kita perhatikan agar menjadi inspirasi bagi kita untuk kearah yang lebih baik. Saya menulis artikel ini bukan bermaksud untuk menggurui anda sekalian. Jujur saya merupakan salah satu orang yang dahulu pernah melakukan tindakan yang merugikan orang lain walau tidak parah-parah amat hanya hal kecil saja, namun konsekuensinya saya terima. Dosa nyolong duit 50 ribu dengan 1 juta saya rasa sama hukumannya. Hidup saya jadi kacau saat itu. Saya dihukum oleh keadaan yang morat-marit akibat ulah sendiri. Akhirnya saya putuskan untuk memohon ampun pada Tuhan dan bertobat.

Menulis hasil pengalaman sendiri dan pengalaman orang lain, sehingga memberikan pengetahuan yang mungkin bermanfaat untuk orang banyak. Yang pasti, No Hoax . . !!

Artikel Terkait

Setiap komentar yang masuk akan di publish beberapa saat kemudian. Komentar yang menyertakan Link aktif, hoax, pornografi dan kriminal akan kami hapus.