Thursday, September 7, 2017

Anda Akan Selalu Rajin Bayar Uang Parkir Setelah Membaca Ini.

Bila kita mencoba sejenak browsing tentang tukang parkir, anda pasti akan menemukan beberapa sajian artikel atau meme tentang tukang parkir dan sebagian besar konotasinya selalu negatif. Karena pada kenyataannya memang masih banyak tukang parkir yang nakal dilapangan. Terkadang pengendara yang parkir terlihat sangat kesal karena berbagai ulah menjengkelkan dari tukang parkir. Namun semua itu tujuannya adalah satu, yaitu demi uang.

Anda Akan Selalu Rajin Bayar Uang Parkir Setelah Membaca Ini.

Perlu kita ketahui bahwa tukang parkir adalah suatu profesi pekerjaan yang tidak boleh kita anggap sepele. Untuk tukang parkir yang resmi, mereka harus membayar uang setoran ke atasan. Jumlah setoran berbeda-beda untuk setiap daerah parkir, namun terkadang Jumlah yang harus dibayarkan itu terkesan mencekik. Ada suatu kondisi dimana setoran lebih besar jumlahnya daripada bagian yang diperoleh si tukang parkir. Membayar setoran pada atasan adalah wajib bagi juru parkir, jika tidak mencapai terget maka juru parkir harus menalanginya sendiri.

Selain Hasil yang terkadang tidak mencukupi buat diri sendiri, tanggung jawab Juru parkir juga besar


Suatu ketika, saya pernah ngobrol dengan salah seorang juru parkir di salah satu kota di sumut. Ia mulai bekerja dari jam 7 malam sampai jam10 malam harus memberikan setoran 125 ribu dengan areal parkir yang tidak terlalu luas. Hanya ada dua restoran bakmi yang bagian depannya bisa menampung sekitar 10 mobil dan beberapa motor sementara bakmi dan bakso diseberangnya tidak memiliki parkir mobil, terpaksa nebeng di depan dua ruko bakmi diseberangnya. 

Ini cukup sempit untuk setoran 125 ribu dalam waktu 3 jam. Lalu hasil untuk diri sendiri terkadang tidak cukup dibawa pulang. Perhitungan diatas adalah perhitungan yang "Itupun kalau penuh" kalau tidak, tentu dapat kita bayangkan bagaimana mirisnya hidup ini. Apalagi jika masih ada pengendara yang enggan membayar parkir, wajar saja wajah si Jukir atau juru parkir kelihatan cemberut.

Saya tidak hanya ngobrol dengan seorang Juru parkir saja, Jukir yang saya ceritakan diatas masih merupakan  salah satu diantara puluhan Jukir yang pernah saya aja ngobrol. Saat dijakarta saja saya sering ngobrol dan ngopi bersama jukir yang kebetulan menjaga didekat kafe resto tempat saya bermain musik. Saat kembali ke kota kelahiran, saya menemui beberapa yang telah berprofesi sebagai juru parkir. Saya banyak bertanya tentang profesi mereka dan sering mendengar keluh kesah mereka.

Hal yang lain yang tidak kalah pentingnya yang membuat juru parkir bukan pekerjaan sepele adalah dari sisi pertanggung jawaban akibat kehilangan. Juru parkir harus bertanggung jawab penuh terhadap setiap kehilangan yang dialami pemilik kendaraan saat parkir diwilayahnya. Hal ini tercantum pada beberapa pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata ("KUHper") Silahkan kalian browsing di internet artikel penjelasan tentang pasal yang berkaitan dengan pertanggung jawaban juru parkir.

Apa yang terjadi jika Juru Parkir tidak ada?


Saya rasa semua pemilik kendaraan sudah tahu jawaban dari pertanyaan diatas. Yang terjadi ialah tiga hal saja, yaitu kendaraan tetap berada ditempat dengan aman. Yang kedua kendaraan hilang bagian sparepartnya atau barang berharga didalamnya. Yang ketiga, kendaraan hilang dibawa maling. Ada dua hal menakutkan yang kemungkinan akan terjadi pada kendaraan yang diparkir tanpa adanya penjagaan dari seorang Jukir.

Apalagi situasi pada masa sekarang ini sangat menghawatirkan dimana tidakan kriminal seperti begal dan jambret merajalela hampir disetiap kota di indonesia. Kendaraan yang jelas masih ada pada genggaman kita masih saja bisa digarap para penjahat, apalagi jika tidak ada yang menjaganya. Contohnya kita hendak makan direstoran yang tidak ada security dengan lahan parkir luas tetapi tidak ada juru parkir, tentu akan ada kendaraan yang hilang minimal satu kali dalam sebulan. Dan tidak menutup kemungkinan kendaraan kita sasaran berikutnya.

Saya pribadi sangat bersyukur dengan adanya profesi juru parkir, karena mereka tidak hanya bertindak membantu posisi kendaraan agar sesuai letaknya atau parkirnya, melainkan mereka juga menjaga kendaraan dari tidakan kriminal yang tidak kita inginkan. Memang dari sekian banyak Jukir, ada saja yang berbuat nakal seperti menentukan tarif parkir sesuka hati, berpura-pura tidak ada kembalian.

Memang tidak semua Juru parkir itu keadaannya susah, namun yang saya perhatikan, kebanyakan dari mereka hidupnya serba pas-pasan. Saya tidak bisa membayangkan seorang ayah yang berprofesi sebagai tukang parkir sanggup membiayai sekolah dan kebutuhan sehari-hari ketiga anaknya. Sementara istri hanya bekerja di sebuah Perusahaan catering yang hanya mendapat orderan pesta sekali dalam seminggu.

Semua itu berpulang kepada sikap masing-masing pemilik kendaraan, mau kesal atau cuek terhadap tindakan mereka itu terserah pribadi seseorang. Saya tidak bermaksud membela mereka, perbuatan salah dari beberapa Jukir nakal tetaplah salah. Tidak semua tukang parkir itu nakal. Saya akan tetap memberikan uang parkir dengan ikhlas minimal sesuai tarif yang telah ditentukan, adakalanya saya memberi lebih kepada mereka,

Lebih baik memberi dua sampai 3 ribu namun kendaraan aman, memberi uang segitu tidak akan membuat anda jatuh miskin, Budayakan saling memberi sebab tidak ada satu manusiapun di bumi ini bisa hidup tanpa pemberian dari orang lain. Demikian artikl ini saya tuliskan kepada semua agar mau membuka hati kepada keadaan disekitar kita, jika kita masih sanggup, tidak ada ruginya untuk membantu mereka dengan sewajarnya.

Menulis hasil pengalaman sendiri dan pengalaman orang lain, sehingga memberikan pengetahuan yang mungkin bermanfaat untuk orang banyak. Yang pasti, No Hoax . . !!

Artikel Terkait

Setiap komentar yang masuk akan di publish beberapa saat kemudian. Komentar yang menyertakan Link aktif, hoax, pornografi dan kriminal akan kami hapus.