Monday, September 4, 2017

Saya Tidak Setuju Jika Danau Toba Dikatakan Sebagai Kawah Gunung Api Raksasa

Judul diatas sengaja disajikan lebih mencolok karena memang saya sudah gerah dengan pemberitaan yang belum jelas darimana bukti kebenarannya tentang Danau Toba yang katanya dulunya adalah Kawah gunung api. Sekali lagi saya tekankan, kita sebagai orang indonesia jangan terlalu menelan mentah-mentah informasi apapun yang datangnya dari luar negeri kita tercinta ini, apalagi informasi itu mereka berikan berdasarkan penelitian yang tidak bisa dipastikan terbukti atau tidak kebenarannya.


Secanggih apa alat mereka sehingga bisa mengetahui keadaan pulau Sumatra khususnya bagian Utara sekitar 74.000 tahun yang lalu, inilah tahun kejadian meletusnya gunung raksasa di SUMUT yang akhirnya menghasilkan kawah yang kita sebut sebagai Danau Toba. terlalu sombong jika manusia bisa membuat alat yang mampu meneliti keadaan 74 ribu tahun yang lalu, OMG sambil tepok jidat. Sebenarnya menurut mereka atau ahli dari luar sana, ini masih merupakan teori saja. Namun hasil teori mereka ini yang menjadi heboh di media indonesia sendiri. Jadi seolah-olah semua itu benar adanya secara fakta.

Beberapa Bukti jelas bahwa Danau Toba bukan kawah gunung api.

Ada teori lempeng tektonik yang menjelaskan tentang hubungan gunung api yang ada disepanjang sumatra dan jawa, kesemuanya adalah berhubungan. Ini berati ingin menyatakan bahwa bisa jadi Kawah Toba merupakan gunung api yang siap meletus karena terdapat pada jalur 3 lempeng bumi yaitu, Yang saya herankan mengapa harus Danau Toba yang Dikorbankan lagi, sementara ada dua danau di sumatra barat (Maninjau dan sinkgarak) dan danau kerinci di Jambi yang juga berhubungan dengan jalur gunung api mulai dari Pulau sumatra hingga pulau Jawa. Danau-danau tersebut tida kdisebut sebagai kawah gunung api. Lama-lama saya semakin tidak yakin bahwa Danau Toba adalah kawah gunung api raksasa.

Ini menurut pendapat saya sendiri lho ya, kebebasan mengeluarkan pendapat dijamin oleh undan-undang RI Tahun 1945. Kemudian ada lagi teori mereka yang menyatakan bahwa Samosir merupakan bagian kepundan Kawah gunung api yang roboh ke tengah kawah, sehingga terbentuklah Pulau Samosir, yang jika kita perhatikan melalui tampilan peta satelit akan terlihat seperti sebuah sungai yang memutus hubungan daratan sumatera dan samosir. Ini sangat mirip dengan terusan suez yang memisahkan benua asia dan afrika. Jadi intinya Pulau Samosir itu emang udah ada dari dulunya sejak terbentuknya Bumi.

Saya mau kasih tahu nih, ternyata selain Danau Toba, ada danau diluar negeri yang juga terdapat pulau ditengahnya, sementara danau itu tidak di teliti secara teori sebagai kawah gunung api raksasa melainkan hanya danau biasa. Danau tersebut ialah danau Superior dan danau Michigan di Amerika Serikat dan danau Baikal di Rusia. Silahkan kalian cek di google map, jangan lupa viewnya pake yang satelite agar tampilan petanya kelihatan nyata.

Satu hal lagi yang membuat saya kurang yakin akan penelitian ahli tersebut ialah begini, yang saya tahu kawalau kawah gunung api baik itu aktif maupun sudah tidak aktif bentuknya itu melingkar alias bulat, karena apa? karena dorongan atau tekanan magma merata keluar kesegala arah secara keliling, itu makanya kalau kawah pasti lingkaran, kalaupun tidak penuh seperti lingkaran sesungguhnay namun tidak ada kawah yang berbentuk seperti danau toba yang mirip bentuk elips.

Lantas mengapa danau Toba dikatakan sebagai kawah gunung api raksasa?

walaupun mereka yang ahli mengataka secara teori akan hal ini, menurut saya teori mereka tetap salah. Sungguh kasihan, udah teori tetap salah juga. Menurut saya, ilmu pasti atau eksakta adalah ilmu yang bisa dibuktikan secara konkrit, itu artinya mereka tidak menggunakan eksakta dalam hal ini. Apakah mereka pernah masuk kedalam perut bumi sehingga bisa mengetahui isi bumi secara keseluruhan? oke mereka punya alat, pertanyaannya, apakah alat itu di uji didalam perut bumi? seharusnya ya, namun kenyataannya alat-alat mereka tidak pernah diuji didalam perut bumi. Bila diuji hanya diatas permukaan bumi, apakah alat itu bertujuan untuk meneliti permukaan bumi?

Saya tidak akan menyakini hal yang masih merupakan sebatas teori saja, Menurut saya tidak ada jalur magma dibawah danau Toba. udah gitu aja. Marilah, hilangkan prasangka buruk tersebut, karena danu Toba adalah milik kita yang amat tidak ternilai harganya yang tidak dimiliki oleh negara manapun. Danau yang keindahannya terkenal hingga ke penjuru dunia. Banyak bule dari mancanegara masih ramai berkunjung kesini. Danau Toba itu bukan kawah gunung api raksasa.

Itulah pandangan saya tentang danau Toba, saya menyadari bahwa yang saya ketahui mungkin bukan berdasarkan fakta maupun teori, namun jika ada yang mencoba-coba mengeluarkan teori, saya juga bisa donk. terserah mau terima atau tidak. Sebagai putra Batak Toba, saya tidak terima jika banyak berita keliru yang tidak bisa dibuktikan secara konkrit tentang danau toba, ini akan merusak citra dana Toba itu sendiri.

Ketakutan akan terus melanda masyarakat. Hentikan teori kosong tersebut. mari membangun danau toba agar lebih banya lagi wisatawan datang berkunjung sehingga dapat meningkatkan devisa negara dan mensejahterakan masyarakat sekitarnya. Jadi jangan bertanya, kapan gunung toba meletus lagi karea jelas tidak ada gunung aktif dibawah danau toba. Saya belum memperoleh bukti yang resmi tentang hal itu. Semua masih sekedar teori para Ahli.

Menulis hasil pengalaman sendiri dan pengalaman orang lain, sehingga memberikan pengetahuan yang mungkin bermanfaat untuk orang banyak. Yang pasti, No Hoax . . !!

Artikel Terkait

Setiap komentar yang masuk akan di publish beberapa saat kemudian. Komentar yang menyertakan Link aktif, hoax, pornografi dan kriminal akan kami hapus.