Thursday, September 21, 2017

Semua Ayah Akan Mengalami Hal ini! dan Kita Akan Meneteskan Air Mata

Sosok ayah merupakan teladan bagi setiap orang. Ketegasannya berguna untuk kedisiplinan, nasehatnya berguna untuk bekal pembentukan karakter kita, prinsip hidupnya mengalir dalam jiwa anak-anaknya agar tetap semangat dan tegar dalam menghadapi apapun dalam hidup ini.

Semua Ayah Akan Mengalami Hal ini! dan Kita Akan Meneteskan Air Mata

Kata-kata tersebut sama sekali tidak bermaksud mengabaikan seberapa besar perjuangan dan kasih sayang seorang ibu. Keduanya sama-sama menjadi pelita yang terang bagi anak-anaknya. Dalam artikel ini, saya ingin menyoroti lebih banyak tentang seorang ayah. Mulai dari perjuangan awal sampai akhirnya dia harus mengalami keadaan yang mungkin bagi anaknya bukanlah suatu kesedihan kelak.

Ayah melakukan perjuangan susah payah demi mendapatkan ibu kita saat mereka masih muda


Seorang pria harus melakukan usaha yang ekstra dalam waktu yang tidak sebentar demi menemukan dan mendapatkan seorang wanita yang nantinya menjadi ibu. Perjuangan itu tidaklah segampang yang dipikirkan. Tenaga, waktu, pikiran dan materi harus dikerahkan semaksimal mungkin agar wanita tersebut yakin akan kesetiaan dari pria yang akan menjadi seorang ayah.

Walaupun diantaranya banyak pria yang gagal atau putus di jalan, berarti mungkin bukan jodoh. Tapi yang pasti, bila tetap berusaha akan dapat jodoh. Pria yang bakal menjadi ayah pasti selalu berusaha apapun demi wanita yang diinginkannya. Setelah dirasa lulus, wanita pun menerima maksud hati pria yang ingin hidup bersama dengannya selamanya.

Saya sering membayangkan betapa sulitnya dan betapa besarnya usaha yang dilakukan ayah untuk meraih hati seorang wanita yang sekarang jadi ibu saya. Mungkin pada saat itu sering kali ayah saya merasa lelah hingga akhirnya bisa mendapatkan ibu saya.

Mencari Nafkah ketika sudah menikah dan punya anak


Perjuangan ayah tidak berhenti sampai mendapatkan seorang kekasih yang menjadi istri. Usaha ektra selanjutnya sudah menanti di depan mata. Ayah harus mencari nafkah untuk memenuhi seluruh kebutuhan anak istri. Semua orang tentu tahu jika mencari nafkah itu tidak gampang pada awalnya.

Jika seorang anak sudah berusia 6 tahun sudah mengerti ternyata orang tua nya kaya raya dan ketika beranjak dewasa mengatakan bahwa ortunya tidak sulit untuk menafkahi anaknya, tentu pernyataan ini kurang benar walaupun ada juga benarnya. Tapi sadarilah Ayah tidak mendapatkan semua itu dengan gampang. Semua orang sukses atau kaya raya pasti dimulai dengan kesulitan maupun rintangan dimana kita akan menangis bila mendengar kisahnya dan ibu adalah saksi sekaligus rekan erat seperjuangan ayah.

Memberikan bekal secara moril maupun materil saat anak berangkat ke perantauan


Ketika satu persatu anak beranjak dewasa, sudah tamat sekolah. Tentu kontribusi ayah yang paling utama dalam menyelesaikan semua hal yang dibutuhkan untuk proses keberangkatan ke perkuliahan ataupun perantauan yang jauh ke luar kota bahkan luar pulau.

Pernah ada seorang ayah yang rela menghantarkan putrinya untuk kuliah ke luar pulau. Sebelum memasuki perkuliahan, terlebih dahulu harus mencari tempat kost dan ini tidak gampang. Butuh waktu berhari- hari hingga akhirnya menemukan tempat kost di kota yang sama sekali belum pernah disinggahi.

Ketika sudah ketemu, si ayah pulang kembali ke kampung halaman seorang diri. Ya, seorang diri karena keadaan menuntut ibu untuk tetap di kampung menjaga anak mereka yang lainnya. Ayah pulang seorang diri dengan perjuangan yang melelahkan. Perjalanan jauh tentu mengalami banyak lika liku, mulai dari tehnis transportasi, kemungkinan terkena kriminal, keamanan di perjalanan dan sebagainya.

Ketika akhirnya semua anak-anak pergi merantau


Pada akhirnya akan pergi satu persatu meninggalkan orang tua mereka untuk mencari pengalaman di luar kota. Lantas apakah yang dilakukan oleh orang tua kita untuk membunuh kesepian mereka? Jawabnya entahlah, apakah dengan menonton siaran televisi? Bisa tapi tidak efektif. Ngobrol Tetangga? Tidak juga. Nongkrong di warung kopi? Tidak juga.

Jawabnya ialah hanya anak-anaknya lah yang bisa membunuh rasa jenuh dan sepi dalam kehidupan orang tua khususnya ayah. Bayangkan suatu saat kita di posisi mereka, sanggupkah? Menahan rasa sepi di rumah yang dulunya rame dengan senda gurau dan canda tawa namun tanpa terasa rumah sepi tanpa suara. Memang hal ini seolah bukan menjadi suatu problem.

Menulis hasil pengalaman sendiri dan pengalaman orang lain, sehingga memberikan pengetahuan yang mungkin bermanfaat untuk orang banyak. Yang pasti, No Hoax . . !!

Artikel Terkait

Setiap komentar yang masuk akan di publish beberapa saat kemudian. Komentar yang menyertakan Link aktif, hoax, pornografi dan kriminal akan kami hapus.