Sunday, October 22, 2017

Menantu Perempuan dan Ibu Mertua Pada Akhirnya Akan Berantem Bila satu Atap, Mengapa?

Sebenarnya tidak selamanya menantu perempuan harus selalu bermasalah dengan ibu mertua. Saya rasa diluar sana masih ada yang akur padahal udah dalam jangka waktu yang lama sekitar 5 sampai 7 Tahun. Namun jumlahnya sedikit. Yang kebanyakan terjadi sekarang ini ialah menantu perempuan pasti akan berantem dengan ibu mertua beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian. Penyebabnya terkadang karena hal sepele.

Menantu Perempuan dan Ibu Mertua Pada Akhirnya Akan Berantem Bila satu Atap, Mengapa?

Pada masa dulu hingga saat ini, pasangan bila selesai melangsungkan pernikahan, masih ada yang tetap tinggal dirumah orang tua si pria. Ya mungkin disebabkan oleh hal sesuai individu masing-masing. Tentu akan bertemu dengan ayah dan ibu si pria. Disini terkadang ibu mertua masih suka ngatur ini dan itu sehingga membuat menantu perempuan atau istri si pria tersebut tidak nyaman.

Ketidaknyamanan pertama dicurhatkan ke suami.


Saat mengalami hal yang kurang enak, istri pasti langsung curhat ke suami pada malam harinya. Jawaban yang diterima istri hanyalah "Sabar, Gak usah terlalu dipikirin, mama saya emang selalu begitu, tapi hatinya baik kok". Dengan disebutkannya kata-kata itu, keduanya pun beristirahat.

Keesokan harinya suami berangkat kerja, istri juga demikian. Ada juga yang suami berangkat kerja dan istri tetap dirumah bersama kedua mertuanya. Biasanya yang paling rentan berantem itu ialah istri yang tetap tinggal di rumah. Ibu mertua masih ada yang suka ngomong ini itu tanpa di rem sehingga terkadang membuat tersinggung menantu.

Hal seperti itu pastilah akan kembali dicurhatkan oleh istri ke suaminya. Lagi-Lagi suami menjawab dengan kata-kata yang mirip dengan yang kemaren. Abis mau gimana lagi. Suami gak mungkin menegur ibu kandung sendiri. Dalam hal ini Ayah mertua jarang mau ikut konek terhadap obrolan menantu wanita dengan ibu mertua (istri ayah atau ibu si pria)

Ujung-ujungnya menantu wanita memberanikan diri untuk melawan ibu mertua.


Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi, sebab kelak akan menimbulkan sejarah yang tidak enak untuk di kenang. Memang dimana-mana, yang namanya kemarahan itu pasti akan meluap sejadi-jadinya. Rasa sakit hati yang selama ini masih bisa di pendam dan menumpuk yang akhirnya akan meletup suatu ketika.

Pada situasi seperti ini, Si pria akan bingung siapa yang harus di bela, apakah istrinya atau ibunya. Dilema besar telah terjadi dalam benak pria. Jalan satu-satunya ialah dengan cara mendamaikan istri dengan ibu si pria. Tidak ada yang tau apakah ini bisa bertahan lama atau hanya bersifat sementara. Pada umumnya yang saya perhatikan hasilnya tidak bertahan lama. Kegaduhan akan tetap terulang entah 5 bulan berikutnya atau 10 bulan berikutnya.

Bagaimana cara agar menantu perempuan akur dengan ibu mertua?


Menurut saya, tidak banyak cara yang harus dilakukan agar istri dan ibu kandung terlihat akur dalam waktu yang lama bahkan sampai ibu mertua menginjak usia 80 tahun. Syaratnya cuma satu istri taat akan Tuhan, rajin ibadah dan ibu mertua juga begitu, selalu taat akan perintah Tuhan, rajin ibadah, Tidak peduli lagi hal duniawi, jika ini ada pada istri dan ibu kandung saudara, maka akan  kecil terjadi kemungkinan untuk berantem dikemudian hari.

Jika seseorang rajin ibadah, maka ia akan mendapat pengetahuan yang tak ternilai harganya. Seseorang akan bisa menahan amarah, lebih menyayangi, tidak gampang tersinggung dan masih banyak manfaat yang lain. Anda juga sebagai suami harus taat pada Tuhan dan rajin melakukan ibadah sesuai kepercayaan didalam keluarga anda.

Menulis hasil pengalaman sendiri dan pengalaman orang lain, sehingga memberikan pengetahuan yang mungkin bermanfaat untuk orang banyak. Yang pasti, No Hoax . . !!

Artikel Terkait

Setiap komentar yang masuk akan di publish beberapa saat kemudian. Komentar yang menyertakan Link aktif, hoax, pornografi dan kriminal akan kami hapus.