Friday, April 6, 2018

Jangan Ganti Touchscreen atau Layar Android Tanpa keahlian

Jaman yang semakin maju dan canggih diiringi penemuan berbagai aplikasi lunak untuk mempermudah aktivitas manusia, dimana aplikasi tersebut bisa ditanamkan kedalam ponsel berbasis android membuat penggunaan handphone pintar android seolah wajib dimiliki oleh setiap orang mulai dari yang muda hingga tua.

Kita semua tentu mengetahui bahwa sekitar 99,9% ponsel android pasti menggunakan layar yang lebar tanpa tombol yang nyata dan dioperasikan dengan cara disentuh yang disebut dengan touchscreen. Ini merupakan komponen yang sensitif dan paling dominan fungsinya. Tanpa layar/ touchscreen, maka telepon genggam pintar yang kita miliki tidak akan berarti. Karena fungsinya yang begitu penting, maka tidak jarang touchscreen mengalami masalah seperti tidak sensitif, sering menekan sendiri tanpa disentuh, inilah yang kita sebut dengan kata error. Satu satunya cara mengatasi masalah tersebut ialah dengan cara mengganti touchscreen yang sudah pasti harganya tidak murah.

Jangan Ganti Touchscreen atau Layar Android Tanpa keahlian

Pada ponsel android ada dua jenis layar dalam penampilan gambar yaitu LCD dan touchscreen. Kedua benda ini jelas berbeda fungsinya. Ada beberapa merk hp yang touchscreennya terpisah dari LCD sehingga memudahkan dalam perbaikan yaitu cukup hanya mengganti touchscren bila terjadi masalah layar. Namun ada pula hp android yang touchscreen nya disatukan dengan LCD sehingga ketika masalah error muncul, tukang servis harus mengganti sekaligus LCD dan touchscreen.

Pengalaman saya yang menjengkelkan

Saya punya pengalaman buruk seputar perbaikan layar hp yang membuat ane mengeluarkan uang yang pada saat itu bagi saya udah besar jumlahnya. Saya sungguh menyesal pada saat itu. Karena tidak seharusnya saya melakukan pekerjaan yang bukan keahlian saya sendiri. Pengalaman pilu ini sengaja dituliskan agar teman yang lain tidak melakukan hal coba coba seperti yang sudah saya lakukan.

Pada waktu itu hp saya layarnya tiba-tiba error tanpa sebab. Karena penasaran, saya coba bongkar hp xiaomi redmi 3 tersebut. Setelah bersusah payah akhirnya chasing terbuka. Ketika hendak mencabut baterai, saya kurang berhati hati sehingga kabel konektor dari baterai ke pcb terputus. Buat teman yang ingin melakukan pencabutan baterai android sebaiknya lebih berhati hati karena seperti hp saya ini baterainya direkatkan menggunakan sejenis doubletip yang sangat kuat sekali sehingga saat mengeluarkan tenaga ekstra baterai akan tiba tiba terlontar saat kedudukannya sudah lepas dari chasing.

Untuk mencabut baterai sebaiknya lepas terlebih dahulu konektor penghubung baterai dengan membuka penutup pcb sebab pin konektor ada di pcb. Pada saat itu, mau tidak mau saya harus keluar duit 145 ribu untuk membeli baterai baru yang lengkap dengan kabel konektornya.

Baterai yang putus konektornya

Kemudian saya berniat membeli touchscreen secara online karena dikota saya harganya cukup mahal bagi saya yaitu 400ribu karena disini jualnya satu set melekat dengan LCD. Pada saat itu saya belum faham mengapa harus digabung. Akhirnya toucscreen tanpa lcd ane order dan tiba dirumah saya 3 hari kemudian. Tanpa berpikir panjang hp android saya bongkar kembali untuk melepas toucsren lama agar diganti ke touchscren baru.

Salah beli sparepart Touchscreen

Namun yang terjadi ialah ternyata melepas T'screen yang lama sungguh sulit sekali. Saya paksa sekuat tenaga hingga retak dan pecah. Setelah saya amati secara teliti tenyata ada satu pelat yang menempel pada touchsreen yang turut pecah warnanya hitam. Kemudian ada pelat putih yaitu lcd juga turut pecah karena  itu adalah LCD. Saya sungguh menyesal, jangan sampai teman yang lain mengalaminya. Touchscreen yang saya beli tentu tidak berguna lagi. Dana yang saya keluarkan 105ribu. Seharusnya saya beli satu set lengkao LCD plus tscreen. Namun saya masih heran kenapa ada toko online yang menjual hanya touchscrn nya saja.

Dengan perasaan bercampur aduk saya memutuskan untuk membeli set lengkap t'screen dikota ane. Artinya setelah rugi 145 ribu + 105 ribu = 250 ribu, akhirnya saya kembali mengeluarkan dana 400 ribu. Tidak sampai setengah jam si koko memasang lcd plus touscreennya,  hp saya normal kembali seperti semula. Semoga tahan lama.

Semoga pengalaman saya ini menjadi pelajaran berharga agar tidak terulang kembali kepada teman semua. Pesan saya, jika android rusak sebaiknya langsung dibawa saja ke ahlinya. Jangan mencoba mengutak atik sendiri sebab bisa saja keadaan semakin parah seperti yang saya alami. Seandainya dari awal langsung dibawa ke servisnya mungkin kerugian 250 ribu tidak akan terjadi.

Menulis hasil pengalaman sendiri dan pengalaman orang lain, sehingga memberikan pengetahuan yang mungkin bermanfaat untuk orang banyak. Yang pasti, No Hoax . . !!

Artikel Terkait

Setiap komentar yang masuk akan di publish beberapa saat kemudian. Komentar yang menyertakan Link aktif, hoax, pornografi dan kriminal akan kami hapus.